<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22035">
 <titleInfo>
  <title>Dahlan :</title>
  <subTitle>sebuah novel</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haidar Musyafa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Tangerang Selatan</placeTerm>
   <publisher>PT Kaurama Buana Antara</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>414 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ia terlahir dengan nama Muhammad Darwis. Ayahnya, Kyai Abu Bakar, adalah seorang Ketib Amin di Masjid Gede Yogyakarta. Semenjak remaja ia sering bertanya: kenapa umat Islam begitu terpuruk dalam banyak hal? Saat itu ia berpikir umat Islam begitu terkungkung oleh hal-hal takhayul. Ia pernah mencoba bertanya dan memberontak, tetapi justru penolakan dan cacian yang didapatnya.&#13;
&#13;
Keresahan batin mendorong Darwis menuntut ilmu setinggi-tingginya, hingga takdir melayarkannya ke Mekah. Di Mekah ia belajar pada banyak guru. Ia pun berguru kepada Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawy, Imam Besar Masjidil Haram dari Sumatera, bersama teman seperjalanan dari Jombang: Hasyim Asyari. Di Mekah pula ia mendapat nama baru: Ahmad Dahlan. Sepulang dari Tanah Suci ia diangkat menjadi Ketib Amin Masjid Gede oleh Sultan Hamengkubuwana VII dan mendapat gelar Raden Ngabehi. Hasrat terpendam untuk memajukan umat Islam mengilhaminya mendirikan sebuah persyarikatan bernama Muhammadiyah. Ia bercita-cita Muhammadiyah bisa menjadi lokomotif perubahan bagi umat Islam di Nusantara.&#13;
&#13;
Dahlan adalah sebuah novel langka yang membabar kehidupan, pemikiran, dan perjuangan Kyai Haji Ahmad Dahlan, seorang ulama besar pemancang tonggak pembaharuan Islam di Nusantara.&#13;
Novel ini dapat menjadi penggerak pikiran kaum muda untuk menjadi pelopor pembaruan, sebagaimana kehadiran Kyai Dahlan di pentas sejarah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Muhammadiyah</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Biography</topic>
 </subject>
 <classification>899.2213081</classification>
 <identifier type="isbn">97860267992033</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN UMSU Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.2213081 HAI d</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19002566</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pascasarjana (Muhammadiyah Corner)</sublocation>
    <shelfLocator>899.2213081 HAI d</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>img032_%25282%2529.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>22035</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-10-09 14:35:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-24 11:46:47</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>