<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19086">
 <titleInfo>
  <title>Arkeologi sejarah-Pemikiran Arab-Islam, volume 3</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Adonis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Lkis</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>lxvi, 246 hlm. : 23 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Modernitas yang muncul saat ini merupakan problem mendasar yang dihadapi masyarakat Arab-Islam. Ia merupakan perpanjangan dari apa yang disebut sebagai tahawwul (perubahan), dan perubahan muncul dari asumsi adanya kekurangan atau tidak adanya pengetahuan di masa lampau sehingga untuk menghadapinya diperlukan kreativitas terus-menerus. Sementara itu, salafiyah-konservatif yang merupakan perpanjangan dari apa yang disebut sebagai tsabât (kemapanan) berasumsi bahwa pengetahuan melalui teks dan naql adalah paripurna sehingga kemodernan tidak memiliki makna pentingnya ketika berhadapan dengan suatu bahasa yang telah mewujudkan kreativitas pari­purna­nya yang tidak mungkin dilampaui. Inilah dua konsep yang saling menegasikan antara satu dengan yang lainnya. Salah satunya muncul dari sikap yang terus-menerus mencairkan identitas dalam masa kini dan masa datang dengan penge­tahuan lama yang sudah berlalu dan bahasa yang meng­eks­presi­kannya, sementara yang lainnya muncul dari sikap menegasikan sikap mencairkan identitas tersebut. “Karya ini merupakan terobosan jalan baru yang demikian luas ranahnya, yang kebanyakan belum diinjak oleh kaki manusia”.&#13;
(Dr. Paul Nwyia)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>History of Islamic Civilization</topic>
 </subject>
 <classification>297.6</classification>
 <identifier type="isbn">9791283788</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN UMSU Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara</physicalLocation>
  <shelfLocator>297.6 ADO a/III</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17000961</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Induk</sublocation>
    <shelfLocator>297.6 ADO a/III</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Arkeologi-Sejarah-Pemikiran-Arab-Islam-volume3.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>19086</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-11-29 21:01:32</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-30 08:22:25</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>