<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15711">
 <titleInfo>
  <title>Sosiologi agama :</title>
  <subTitle>memahami perkembangan agama dalam interaksi sosial</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lubis, M. Ridwan, Haji</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Prenadamedia Group</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>20,5 cm. xviii, 194 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Secara doktrinal, agama bersifat permanen yang tidak bisa berubah sekalipun terjadi&#13;
perubahan sosial. Akan tetapi, begitu agama menjadi milik manusia maka tidak bisa&#13;
dihindari terjadinya tiga aktivitas manusia, yaitu pemahaman, penghayatan, dan&#13;
pengamalan terhadap agama. Dengan demikian, makna agama yang laten muncul&#13;
dalam berbagai bentuk baik interpretasi maupun aktualisasi sebagai wujud dari&#13;
manifes agama. Selanjutnya, agama yang telah diolah manusia sebagai dasar yang&#13;
membentuk pandangan dunia (world view), maka agama telah berubah posisi dari&#13;
kebenaran yang absolut menjadi kebenaran yang relatif. Akan tetapi, sering manusia&#13;
tidak menyadari hal tersebut sekalipun yang mereka sebut kebenaran absolut ajaran&#13;
agama hanyalah terbatas pada sejumlah simbol sebagai hasil pemahaman,&#13;
penghayatan, dan pengamalan ajaran agama. Sikap yang demikian cenderung&#13;
melahirkan  konflik di kalangan umat beragama bukan hanya konflik yang bersifat&#13;
eksternal yaitu antar-umat yang berbeda agama, melainkan juga internal yaitu&#13;
antar-penganut dalam satu agama. Tetapi dalam pemahaman agama yang didasari&#13;
solidaritas spiritualitas, maka perbedaan agama tidak menghalangi mereka untuk&#13;
hidup dalam suasana ukhuwah antara satu dengan lainnya'&#13;
&#13;
Dari fakta sosial, kelihatan bahwa agama dalam persepsi manusia adalah suatu&#13;
subsistem sosial di antara sekian banyak subsistem sosial lainnya, seperti politik,&#13;
ekonomi, pendidikan, dan hukum. Dalam kaitan itu, karena agama telah larut&#13;
berinteraksi dalam berbagai kehidupan sosial, maka agama juga tidak bisa dihindari&#13;
terlibat dalam proses interaksi dengan berbagai subsistem tersebut. sebagai hasil&#13;
dari interaksi itu, maka tidak bisa dihindari terjadinya berbagai realitas saling&#13;
memengaruhi antarsubsistem sosial. Di antara wujud dari proses interaksi itu adalah&#13;
muncul gagasan untuk melakukan pemurnian dan pembaruan terhadap interpretasi&#13;
agama. Pemurnian diperlukan untuk menyaring laten agama dari manifes agama.&#13;
Demikian juga pembaruan diperlukan untuk mendorong posisi agama sebagai&#13;
landasan etos kerja menuju kehidupan beragama yang dinamis, kreatif, dan inovatif.&#13;
Demikianlah pentingnya agama bagi kehidupan manusia dan juga pentingnya&#13;
subsistem sosial memperkaya pemahaman, penghayatan, dan pengamalan terhadap&#13;
ajaran agama.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Islamic sociology</topic>
 </subject>
 <classification>297.27</classification>
 <identifier type="isbn">9786020895208</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN UMSU Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara</physicalLocation>
  <shelfLocator>297.27 Lub s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16001418</numerationAndChronology>
    <sublocation>Ruang Pengolahan</sublocation>
    <shelfLocator>297.27 Lub s</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16001419</numerationAndChronology>
    <sublocation>Ruang Pengolahan</sublocation>
    <shelfLocator>297.27 Lub s</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16001420</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Induk</sublocation>
    <shelfLocator>297.27 Lub s</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16001421</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Induk</sublocation>
    <shelfLocator>297.27 Lub s</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16001422</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Induk</sublocation>
    <shelfLocator>297.27 Lub s</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">22001094</numerationAndChronology>
    <sublocation>Pojok Baca FISIP</sublocation>
    <shelfLocator>297.27 Lub s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Sosiologi_agama.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>15711</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-08-30 10:54:39</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-04 10:43:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>